Yogyakarta, Indonesia
Hilman Najib Pratama is a student of the Industrial Engineering Department, class of 2022, at UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Originally from Madiun, Hilman is actively involved in various campus activities, including serving as a mentor for the 2024 cohort of Industrial Engineering freshmen in a mentoring program. As a mentor, Hilman helps new students navigate campus life and provides academic as well as social support. Additionally, Hilman is an active member of Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) and the Student Senate of the Faculty of Science and Technology, where he engages in student activism and faculty activities. Outside of academics, Hilman has a strong interest in personal development and skills relevant to the industrial world.
Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) didirikan pada 17 April 1960 di Surabaya sebagai organisasi mahasiswa yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU). PMII bertujuan untuk memperkuat keislaman moderat, nasionalisme, serta keterlibatan dalam advokasi sosial dan politik di kampus maupun masyarakat luas. Di Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, terdapat Rayon Aufklärung, yang mengambil nama dari gerakan intelektual Pencerahan (Aufklärung) Eropa abad ke-18, yang berfokus pada penggunaan akal, ilmu pengetahuan, dan pemikiran kritis untuk membebaskan manusia dari kebodohan dan otoritas yang tidak rasional. Rayon ini bertujuan untuk membentuk kader PMII yang moderat, kritis, progresif, dan mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan ilmu pengetahuan, serta aktif dalam advokasi, pengembangan intelektual, dan pengabdian kepada masyarakat.
Depo Kereta Api Yogyakarta, atau Depo Sarana 6, adalah fasilitas penting dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang berfungsi untuk perawatan dan perbaikan kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Depo ini bertanggung jawab melakukan pemeliharaan rutin, inspeksi, dan perbaikan terhadap kereta penumpang maupun lokomotif, guna memastikan operasional yang aman dan optimal. Dilengkapi dengan peralatan teknis canggih, depo ini menangani berbagai aspek perawatan seperti pengecekan mesin, sistem rem, dan kelistrikan. Selain itu, Depo Sarana 6 juga berperan sebagai tempat penyimpanan rangkaian kereta yang tidak beroperasi sementara, menjadikannya bagian vital dari jaringan operasional kereta api di Jawa Tengah dan DIY.